Rasa kantuk tidak bisa dipungkiri dari seorang pemuda bernama Angga yang sedang menunggu kembalinya dua sahabat mereka, Reno dan Aji dari lantai bawah. Karena saat ini Angga sedang menunggu raga Syila yang tengah berbaring dalam tidurnya. Ada perasaan gusar yang tidak bisa Angga pungkiri lagi. Bagaimana tidak? Beberapa sahabatnya masih terkurung di dalam pusaran mimpi Syila. Baru Reno dan Aji yang kembali ke dunia nyata, sedangkan mereka berdua sedang bertugas menutup semua akses masuk ke dalam Villa milik Raina. Mereka takut kalau orang lain tahu ada yang tidak beres di sana. Angga duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari sofa tempat raga Syila dibaringkan. Angga bersandar pada kursi itu sembari melipat kaki kanannya untuk bertumpu di atas lutut sebelah kiri. Suara detal jam dinding se

