Arya dan Syila kembali berjalan menuju sudut gelap di dalam ruangan itu. Mereka masih bergandengan tangan sesaat sebelum Arya menyentuh gagang pintu yang seakan menjadi pembatas antara ruang yang menjadi kamar Raina dengan ruangan lain di luar sana. Arya kembali menghirup napas untuk menenangkan dirinya sesaat sebelum ia memutar gagang pintu itu untuk membukanya. Ia menoleh kepada Syila yang berada di sampingnya yang terus menggandeng lengan Arya karena dia merasa takut. Bukan tanpa alasan, melainkan Syila masih trauma dengan kegelapan dan juga dia takut karena saat ini dia berada di dalam tempat yang menurutnya asing karena bukan berasal dari imajinasi Syila. Arya memantapkan hati untuk segera membuka pintu yang ada di hadapannya. Perasaan berdebar di dalam d**a membuatnya sulit untuk m

