Tian memasuki rumah Lucy dan juga Darrel. Ia memasukkan kedua tangannya dalam saku celana. Dahinya mengernyit ketika melihat heels dan sebuah tas yang isinya berserakan di dekat tangga. Itu pasti bukan milik Lucy tapi ... "Lucy," panggil Tian, Lucy sedari tadi sibuk merogoh tasnya. Entah mencari apa? Yang bisa Tian pastikan Lucy belum melihat benda-benda itu. Tian beralih kehadapan Lucy, menghalangi pandangan wanita itu. "Ada apa Tian?" Lucy menatap heran Tian. "Sepertinya, aku haus. Bisa tolong buatkan minum," ujar Tian, dengan kaki menendang buku, tas serta heels kebawah tangga. Setidaknya aman dari pandangan Lucy. "Sungguh,aku bisa memanggilkan suamiku dulu, lalu aku buatkan minum. Kau pasti butuh dia--" "Tidak usah, Darrel menghubungiku untuk langsung ke ruang kerjanya saja, seb

