Inilah yang dinamakan menyelesaikan masalah dengan masalah yang sebelumnya aku hindari—setuju jadi pacar bohongan Pak Dirga. Bagaimana bisa seorang CEO Anggito Hartawan nggak paham tentang yang begituan? Usai mengatakan pengakuan super mengejutkan tadi, Pak Anggit menarik aku menjauhi kerumunan, diiringi tatapan tercengang karyawan yang ada di sekitar sana. Dia mengenggam erat tanganku hingga aku menyerah berusaha melepaskan diri dan terpaksa membiarkan tanganku berada dalam gandengannya. Dia baru melepaskan tanganku saat kami sudah berada di ruang kerjanya. “Bapak sadar apa yang Bapak lakukan barusan?” mataku menyipit keheranan. “Sadar,” jawabnya sangat enteng dan tidak terlihat menyesal. “Lebih baik kamu jadi calon istri saya, daripada dikenal sebagai pacar orang lain.” “Baik buat

