Semalam aku tidur dengan rasa bersalah yang membuat tidurku nggak nyenyak, masih terbayang-bayang wajah sinis Tante Erni dan kerutan nggak percaya di wajah Mama dan Putra. Selepas Tante Erni pergi setelah kujelaskan seada-adanya bawa belanjaan ini bukan aku yang beli, aku coba menjelaskan lagi ke Mama dan Putra. Putra nggak banyak omong, pun dengan Mama yang cuma mengangguk-angguk seolah percaya, tapi kalimat berikutnya bikin aku merasa sebaliknya. Mama bilang, "nggak apa-apa, kan, uang kamu." Lalu masuk ke kamar, meninggalkan aku yang mendadak jadi anak paling jahat di muka bumi ini. Mau aku jelaskan gimana lagi? Mama akan mengira yang bukan-bukan jika aku bilang barang-barang ini dibelikan oleh teman lelakiku, atau malah bosku. Sebab, seseorang nggak mungkin membelikan orang lain baran

