33 | Ya Allah, Gitu Banget

1512 Words

Aku tadinya sudah mau berniat pergi, tapi Pak Dirga nahan aku. Dia memberi aku minuman ringan yang dari tadi cuma aku pegang-pegang sambil ngelihatin Pk Anggit asyik tanding tenis sama Brenda. Menurut Pak Dirga, Brenda adalah teman main mereka semasa kecil dan masih berteman baik hingga sekarang. “Tenang aja, hubungan mereka nggak kayak yang kamu pikir,” ujar Pak Dirga sok tahu. “Emangnya Bapak kira saya lagi mikir apa? Sok tahu, deh, Bapak,” tampikku, tapi sepertinya Pak Dirga nggak percaya. Terlihat dari decakan remehnya. “Jadi, kamu sama Anggit itu kenapa?” tanya Pak Dirga akhirnya setelah dari tadi ngomong ngalor-ngidul nggak penting. “Jangan bikin usaha saya menyatukan kalian sia-sia, lah. masa belum jadian udah mau pisah.” Aku menghela napas panjang, mulai dari mana aku harus m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD