Waktu pada jam dinding ruang kelas menunjukan pukul dua belas siang, waktu ini menunjukan dimana semua orang perlu istirahat dari kegiatannya dan menyantap makan siang untuk mengisi kembali energi yang sudah terkuras .
Namun tidak pada kelas kuliah Trisa. Dosen pengajar kelas kuliah Kardiovaskular masih terus berbicara , padahal waktu kuliah sudah habis dan semua anak perlu masuk kelas praktikum pada jam satu siang.
TOK TOK TOK
"Permisi..."
Seseorang dari luar kelas mengetuk pintu dan membukanya, mahasiswa didalam kelas langsung menatap sumber suara.
"Maaf kami kira tidak ada orang, karena ruangan ini akan kami pakai."
Sebuah peristiwa yang bagus bagi Trisa dan teman - temannya.
"Oh.. baik kami akan keluar sebentar lagi."
Dosen itu membalas percakapan orang tadi dan meminta untuk menunggu diluar.
"Baik , kita sudahi pertemuan hari ini bahan belajar tadi nanti akan diberikan melalui ketua kelas. Selamat Siang."
"Siang pak."
Trisa dengan cepat membereskan buku catatannya dan memasukannya ke dalam tas. Perutnya sudah berbunyi sedari tadi dipastikan Ia sangat lapar. Setelah selesai Ia langsung menuju pintu kelas .
"Triisa.... "
Trisa sudah sampai di depan pintu dan seseorang memanggilnya.
"Ada apa Gina?"
"Ehh kita kan sekelompok masa kamu gak ingat?"
"Ohh iya .. mau kerjain tugas kapan?"
"Mending kita omongin dulu sama yang lain , kamu juga pasti kenal nya cuman aku doang."
"Oh.. iya ya.. Di kantin yuk?"
"Iya yuk dikantin aku juga lapar."
Gina dan Trisa berjalan bersama menuju kantin mereka sambil membicarakan betapa lama nya dosen yang mengajar kuliah Kardiovaskular hari ini.
"Tris, itu mereka udah di ujung sana yuk kita kesana aja."
Trisa mengikuti petunjuk Gina dan menghampiri meja untuk enam orang di pojok ruangan kantin ini.Nampak Gading dan Floren sudah duduk disana, Gina membuka pembicaraan terlebih dahulu dan mempersilakan Trisa duduk.
"Hey Floren.. kenalkan ini yang namanya Trisa."
"Hai , aku Floren."
"Senang berkenalan dengan mu maaf ya aku jarang melihat mu ,Floren."
"Tidak apa Trisa , kita sama - sama sibuk."
"Oke guys, gue sama Floren udah mesen makanan. Kalian gak pesan?"
"Mau kok... bentar ya , ding."
Trisa dan Gina meninggalkan ransel mereka di kursi dan menuju penjual makanan di kantin itu. Mereka melihat - lihat dan akhirnya menemukan apa yang mereka inginkan.
"Di ujung ya mbak meja nya."
"Oke siap , nanti diantar kesana."
Trisa dan Gina kembali menuju meja mereka sambil menunggu makanan yang mereka pesan.
"Guys sambil nunggu makanan mending kita omongin sekarang aja."
"Eh bentar gin, bukannya ada seorang lagi ya? " Floren menahan ajakan Gina.
"Eh iyaa, si Dika ya?"
"Iya Ginn.. si Dika . Parah banget lo gak di inget satu orang itu."
Dika ? Sepertinya tidak asing nama tersebut di telinga Trisa , namun Trisa menyadarkan pikirannya,mungkin saja bukan orang yang pernah Ia temui sebelumnya.
"Eh , itu si Dika.. panjang umur ya baru aja diomongin."
Ardika datang dari pintu masuk kantin dan membawa satu buku tebal entah buku apa yang Ia bawa.
"Maaf ya gue kelamaan , tadi baru selesai dari akademik."
"It's Ok Dik, Kita juga lagi mesen makanan. Lo gak mesen?" Gading menyambut Dika.
"Nggak , Gad. Gue masak bareng sama anak rusun jadi gue bawa bekal."
"Emang ya rumah susun lo tuh emang paling rajin kalo urusan masak - masak."
Trisa hanya terdiam menatap kedatangan Dika dan hingga Ia duduk di meja ini. Trisa benar - benar tidak percaya,yang benar saja Dika adalah orang yang pernah Ia temui sebelumnya di rumah.
"Silakan dinikmati makananya mbak dan mas."
"Terima kasih mbak.."
"Trisss... ayoo makan..."
"Trisaaaaa... tadi katanya lo lapar."
Trisa segera menyadarkan diri dan menanggapi panggilan Gina , Ia sangat malu dirinya seperti baru selesai berjalan ke dunia lain.
"Eh iya ginn... hehe."
"Perasaan gue sama Gading pesan duluan , tapi makanannya sampai nya bareng."
"Haha bisa aja lo ,ren. Mungkin emang lo harus tunggu semua makan bareng - bareng."
Mereka semua tertawa mendengar perkataan Floren . Tetapi Trisa hanya tertawa seadanya , Ia masih berpikir apakah ini benar - benar nyata?
"Yuk sambil makan kita omongin tugasnya."
***
Waktu menunjukan pukul lima sore dan kini saatnya Dika pulang , kelas praktikum pun sudah selesai . Dika menaiki bus dan menuju tempat tinggalnya , hanya butuh beberapa menit dan Dika sampai pada rumah susun.
Dika menaiki tangga dan masuk kedalam secara perlahan - lahan , memastikan tidak ada kekasih Kris di dalam. Ia tidak ingin melihat kegiatan mesra yang dilakukan Kris seperti minggu kemarin dan sebenarnya Ia pun tidak ada maksud untuk mengganggu Kris.
"Masuklah.."
Kris yang sedang membereskan tugas rumah langsung menole ke arah pintu dan menyapa Dika.
"Lo udah pulang? "
"Iya hari ini nggak ada jadwal buat ngajar.."
"Oh oke.. btw tadi mama lo nelpon gue . Nanyain lo kenapa nggak angkat telfon nya dari pagi."
"Oh iya? Maaf ya gue penuh banget jadwal nya hari ini."
"It's Ok Dik.. Mama lo lebih sering nge hubungin gue daripada mama gue sendiri."
Ardika meletakan tas nya dan mengambil ponsel nya , Ia menuju lantai paling atas gedung dan menuju atap untuk tempat menjemur pakaian. Ia membuka layar ponsel dan nampak notifikasi lima panggilan tidak terjawab dari mama nya.
Calling ... Mommy
"Halo , Dika.."
"Halo.. ma , maaf seharian ini aku penuh jadwalnya jadi nggak sempat angkat telpon."
"Gapapa Dika, mama juga tidak lihat jadwal yang kamu berikan waktu itu."
"Ada apa ma?"
"Bagaimana kabar mu ?"
"Aku baik , mama?"
"Iya mama baik kok.."
"Calista? "
"Dia juga baik... tenang lah mama dan Lista baik - baik saja."
"Iya.. syukurlah.."
"Apakah kampus sudah mengeluarkan surat pembayaran uang kuliah mu ,hari ini?"
"Sudah ma... Iya di surat itu tertulis satu juta rupiah. Tapi tenang saja minggu depan beasiswa ku akan turun."
"Iya.. maafkan mama tidak bisa membayar uang kuliah mu di depan seperti anak - anak yang lain , Dika. Mama sudah mengirimkan uangnya ."
"Tidak apa ma, bukan menjadi masalah bagi ku. Aku akan terus belajar dengan baik agar tetap memegang beasiswa ini sampai akhir."
"Apakah persediaan makanan mu masih ada? nanti mama kirimkan ya?"
"Tenang saja ma, aku pandai mengatur disini."
"Yang benar? kamu kan makannya banyak."
"Serius ma, aku makan yang cukup kok disini. Ma aku tutup dulu ya, aku mempunyai banyak tugas. Sampaikan salamku untuk Lista , ma."
"Baiklah nanti mama sampaikan, fighting!!"
Dika menutup panggilan dan menatap gedung - gedung di depannya. Ia sangat berharap dapat lolos test dan menjadi bodyguard yang katanya bayarannya cukup tinggi, sehingga Ia dapat meringankan mamanya dalam membiayai dirinya dan adik perempuannya.
Dika menuruni tangga dan masuk ke dalam rumah . Ia mendapatkan Kris sedang merebahkan dirinya di tempat tidur dan bermain ponsel. Namun ketika Dika masuk Ia langsung melihat ke pintu.
"Dik.. lo lapar gak?"
"Belum, kenapa?"
"Supir pribadi mama gue bawain makanan barusan.. lo makan aja ."
"Lah, lo nggak makan?"
"Malas Dik, gue pengennya mama gue yang kesini bukan supir gue."
"Ya mungkin emang sibuk nyokap lo. "
"Ya gila aja dari semenjak gue masuk kampus dia cuman anter gue sekali dan nggak pernah kunjungin gue. Kalo sih beda kota kayak lo dan nyokap lo, ini kan nggak."
"Ayoo ayoo gue lapar, makan bareng yok."
"Males ah, duluan aja."
Dika membuka wadah berbentuk bulat dan bersusun , susunan nya terdapat empat wadah dan di dalamnya terdapat sayur bayam , daging panggang, telur rebus dan buah - buah an. Dika meletakan nya di lantai dan mengambil nasi yang Ia masak tadi pagi ke dalam dua piring.
"Kriss... ayo makan."
Kris hanya diam saja dan menatap kembali layar ponselnya . Dika menuangkan daging sayur serta telur ke piring Kris dan memberikan sendok.
"Kris... ayolah.."
"Sayangggg uuuhhhh makannn dongg.."
Dika mendekati Kris sambil membawa piring makan Kris.
"Najis lo Dika, cepet - cepet lo cari pacar deh." Akhirnya Kris mengambil piring dari tangan Dika.
"Uhh sayang kamu pintar sekali.."
"Dik, cukup. "
"Ayo dong mana suapan nya kalo makan?"
Kris menyendokan nasi dan menyuap ke dalam mulutnya sebanyak tiga sendok makan untuk membuat Dika puas dan menghentikan kegiatan Dika layaknya perempuan.
"Liat ? gue udah makan."
"Nice. Gue makan juga ya Kris."
"Ambil aja gak akan habis juga sendiri."
Dika menuangkan lauk dan sayur ke piring nya serta menyantapnya. Kris yang tadinya duduk di tempat tidur turun ke lantai untuk makan bersama Dika.
"Btw, Dik.. lo masih suka cewek kan?"
"Gue masih doyan cewek masih normal kok gua." Dika agak terkejut dengan pertanyaan Kris.
"Udah dua tahun lebih lo gak ada deketin cewek sama sekali sejak pertama gue ketemu lo, beberapa anak perempuan di kelas gue pada mengagumi lo, nitipin salam tapi nggak ada yang lo tanggapin serius."
"Iya gue nggak ada waktu buat kayak gitu, Kris."
"Pasti ada kok.."
"Males lah. Gue nggak bebas mending belajar daripada ngabarin cewek."
"Becanda bro.... santai."
Dika dan Kris melanjutkan makan malam mereka, keadaan sunyi sampai tiba - tiba ponsel Kris berbunyi.
"Hmm siapa ya .."
Kris meletakan sendoknya dan mengambil ponsel nya di tempat tidur. Ia membuka layar ponsel dan mengecek panel notifikasi. Sebuah pesan elektronik masuk dan Ia segera membukanya.
TO : Kristas3003@ gmail.com
Judul : Pengumuman Test
Yang terhormat peserta pendaftar kru Cloud8 kami menginformasikan bahwa pengumuman kami majukan dan akan di terbitkan pada malam ini pada pukul 22.00 , harap membaca seluruh petunjuk dengan baik dan menghubungi kontak terkait.
terimakasih.
Public Relation of Cloud8
Kris kembali menutup layar ponsel nya dan melanjutkan makan malamnya. Namun Dika mengetahui ada sesuatu yang aneh pada Kris.
"Ada Apa Kris?"
"Bukan apa - apa ."
Ia menyelesaikan makan malamnya dan bergegas membersihkan diri. Selesai Ia membersihkan diri , Ia membuka tas kuliah nya dan mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya. Ia mengerjakan tugas - tugas yang diberikan oleh dosennya hari ini dan beberapa tugas kelompok.
Kris pun mengerjakan tugasnya , mereka berdua sibuk dengan pekerjaan rumah masing - masing, namun bedanya Kris sambil mengobrol lewat ruang obrolan dengan kekasihnya.
Dua jam berlalu dan akhirnya pekerjaan rumah pribadi dan beberapa pekerjaan kelompok selesai. Dika merenggangkan tubuh nya dan mempersiapkan apa yang perlu Ia bawa untuk besok. Sambil Ia membereskan pekerjaanya Kris menatapnya sedari tadi.
"Ada apa Kris?"
"Lo udah selesai?"
"Udah.. kenapa?"
"Ada yang mau gue omongin sama lo,tapi bentar ya tunggu tugas gue selesai dulu."
"Iya tenang , gue gak tidur sekarang kok."
Kris kembali menatap laptop nya dan memfokuskan pada tugasnya . Dika membereskan meja belajarnya dan mendorong kursi ke bawah mejanya. Ia kemudian menaiki tempat tidurnya sambil melihat ponselnya, mengecek beberapa ruang obrolan grup.
Pandangannya jatuh pada satu ruang obrolan yang sangat ramai, belasan notifikasi terlihat disamping nama ruang obrolan grup tersebut.
.
.