Elia tanpa sadar berlari mentusuri lorong kerajaan dengan mengangkat gaunnya agar tidak menghalangi langkahnya yang buru - buru setelah menerima pemberitahuan bahwa surat yang di kirimkannya tiga haru telah mendapt balasan dan bukan hanya itu saja melainkan ada hal lainnya yang membut rona bahagia di wajah mungil tersebut bersinar terang. "Duchess Elia." Panggil Aria berusaha menyamakan langkahnya yang tertinggal cukup jauh dari majikan mudahnya tersebut. Elia tidak bisa mendengar panggilan peringatan dari Aria yang terus berusaha mengejarnya, rasa bahagia yang memuncak dalam dadanya tidak dapat dikendalikannya hingga harus melanggar peraturan sebagai seorang puteri bangsawan. Elia terus berlari yang membawanya pada gerbang istana tanpa menyadari bahwa dirinya baru saja melewati sepasan

