Episode 28 | Undangan Pernikahan

1919 Words

Aluna menemukan dirinya termenung selama beberapa hari. Belasan pesan dari Yudistira diabaikannya. Beberapa pesan dan panggilan dari teman-temannya pun tak dihiraukan. Kepalanya mendadak pening, namun ia tetap memaksakan diri untuk berangkat kerja, kendati keadaannya akan semakin parah setiap kali berpapasan dengan Kalista di koridor kantor. Waktu sudah menunjukan pukul tujuh lebih limabelas saat ia duduk seorang diri di bangku halte. Aluna tak memaksakan diri untuk membawa kendaraan pribadi. Ia takut secara tiba-tiba pingsan dalam kedaan mobilnya yang masih melaju kencang. Kendati putus asa, Aluna masih berharap umurnya panjang. "Aku kira kamu udah mati. Ternyata masih hidup." Seseorang secara tiba-tiba duduk santai di sampingnya. Walau lemas, Aluna tetap menoleh singkat. Dari suaranya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD