Terinspirasi

1244 Words

Dengan tangan gemetar, Armina mengirimkan pesan kepada Kevin, menanyakan kebenaran kabar tersebut. Sepuluh menit kemudian, baru pesannya berbalas. “Maafkan aku Mina.” Jawaban Kevin tersebut sudah cukup baginya. Walau singkat, sudah serupa sembilu tajam yang menusuk hatinya. Ngilu tak terkira. Matanya buram menatap layar ponselnya. Tanpa ragu, Armina memblokir nomor Kevin dan menghapusnya. Tak ada gunanya lagi menyimpanya. Hatinya berdarah. Ia patah hati untuk kedua kalinya. Tapi entah mengapa, ia tidak ingin menangis. Yang muncul di hatinya malah rasa geram, karena baginya tak ada lelaki yang bisa dipercaya ternyata. Kevin dan Harsya adalah contoh nyata. Luka hatinya, membuatnya murung. Semangat untuk berbinisnya meredup. Ia menghabiskan sepanjang siang dan sore itu dengan banyak ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD