21

1166 Words

Anna menutup pintu rumahnya, perutnya sudah kenyang, di otaknya hanya terbayang tidur, tidur, dan tidur. "Kemana aja lo?" Sedikit terkejut dengan suara itu, Anna berusaha menetralkan kembali ekspresi dirinya, lalu menatap Andi datar. ''Perduli apa lo sama gue?'' tukas Anna tak perduli. Sambil melepas sepatu dan sweaternya, dia berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya. Andi mengusap wajahnya frustasi, ''Tadi gue liat lo lagi jalan berdua sama Bima, gue nunggu lo lama di sini.'' Anna memandang Andi dengan satu alis terangkat. ''Emang gue nanya?'' Andi mengatupkan bibirnya, rahangnya mengeras, tangannya terkepal di samping tubuhnya. Matanya terpancar sorot kemarahan. ''Mau apa lo kemari?'' tanya Anna to the point. ''Ann, please, gue ngak mau berantem sama lo,'' suaranya mendadak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD