"Coba sebutin alasan, kenapa gue harus percaya sama lo!" tanya Anna sambil bersedekap d**a. Andi di depannya mengernyitkan dahinya. "Maksudnya?" "Iya, kenapa gue harus percaya sama lo?" "Ya, karena gue selalu ada buat lo. Hati ini buat lo, emangnya kenapa Ann?" dia bertanya balik. "Setelah perkataan April tadi, apa masih bisa gue percaya sama lo?" Anna sedikit berteriak. Menahan tangisnya yang sebentar lagi akan keluar. "Gue udah bilang berapa kali. Percaya sama gue Ann, jangan percaya sama dia." Rahang Andi mengeras, tangannya terkepal di samping tubuhnya. "Lo baru bilang sekali. Bukan beberapa kali." Kata Anna ketus, "Apa masih bisa gue percaya lo kalau semuanya berhubungan dengan masa lalu lo. Lo bilang, kalau keluarga lo berhutang budi sama keluarga April. Tapi lo masih mau berus

