Bab 20. Kemenangan Sesaat

1143 Words

Mobil melaju dalam diam, hanya suara mesin dan lalu lintas yang terdengar. Damian yang menyetir, sesekali mencuri pandang ke arah Rose di sampingnya. Wajah wanita itu dingin, menatap ke luar jendela dengan rahang mengeras dan lengan menyilang di d**a. “Rose, dengar aku dulu,” ujar Damian, suaranya cemas. “Aku beneran ketiduran. Aku enggak bermaksud ninggalin kantor. Aku bahkan enggak tahu bisa sampai—” “Jangan ngomong!” Rose memotong tajam, suaranya melengking. Damian terdiam, memutar kemudi dengan pelan saat lampu merah menyala. Ia menggertakkan gigi. Mulai putus asa dengan apa yang terjadi. “Aku enggak tahu kenapa kamu harus sedramatis itu,” katanya dengan nada rendah, mencoba bertahan. Rose menoleh cepat, matanya menyala. Bisa-bisanya sang suami berkata demikian. Ini salahanya. “D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD