Bab 19. Murka Rose

1161 Words

Kantor Arsa Group – Siang Hari Suasana kantor masih dipenuhi deru aktivitas, tapi aura berubah drastis saat Rose membuka pintu ruang staf dengan hentakan keras. Semua pandangan langsung tertuju padanya. Deengan nada tinggi, Rose berteriak, “Damian di mana?!” Beberapa staf terdiam. Livia, sekretaris Rose, yang duduk di dekat pintu, berdiri tergopoh-gopoh. “I—Ini, Bu ... Pak Damian bilang ada urusan pribadi. Tadi pamit keluar sebentar sekitar jam satu.” “Sebentar?” Rose menatap jam tangannya. “Sekarang sudah hampir setengah empat! Meeting dengan investor tinggal satu jam, dan file final masih dikunci di laptop dia!” Ia menoleh tajam ke arah bagian IT, yang hanya bisa menunduk gugup. “Kenapa tidak dari tadi kalian minta akses ke sistemnya? Apa kalian pikir semua bisa beres dengan nu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD