Bab 33. Memilikimu Seutuhnya

1167 Words

Meysa menatap langit-langit kamar dalam diam. Napasnya mulai tenang, tapi pikirannya tidak. Tubuhnya masih menyisakan kehangatan dari pelukan Jo, yang kini tertidur di sampingnya, lengannya melingkar santai di pinggangnya. Namun, entah kenapa ... perasaan hangat itu mulai tergeser oleh gelombang kecil yang muncul dari dalam dadanya—sebuah getar penyesalan yang tiba-tiba hadir tanpa permisi. Seharusnya aku bisa menahan diri. Seharusnya aku tidak membiarkan diriku tenggelam terlalu jauh malam ini. Ia menarik napas pelan, mencoba meredam pikiran-pikiran yang berjejal. Namun, semakin ia mencoba menenangkan diri, semakin ia merasa bersalah. Bukan karena Jo memperlakukannya buruk—justru sebaliknya. Jo terlalu baik. Terlalu lembut. Terlalu ... menerima dirinya yang hancur. Meysa memejamkan mat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD