Bab 46. Dari Jauh

1175 Words

Cahaya matahari menyusup lewat sela tirai, menyinari ruangan yang sunyi. Dapur masih rapi, meja makan tak terisi, dan bau kopi tak tercium seperti biasanya. Hanya ada suara koper kecil yang digeret perlahan di lantai. Jo keluar dari kamar mandi dengan mata sembab dan wajah lelah. Detak jantungnya langsung berpacu saat melihat punggung Meysa di depan pintu, mengenakan mantel tipis dan topi kupluk yang selalu ia kenakan saat ingin “berpindah”. “Meysa … jangan pergi,” suara Jo parau, nyaris putus. Perempuan itu menoleh pelan. Matanya berkaca, tapi ia tersenyum. Senyum yang tak pernah lebih pahit dari pagi itu. “Jo, aku harus. Kita berdua butuh ruang untuk sembuh. Kamu … dan Rose juga.” Jo mendekat cepat, berdiri di hadapan Meysa dengan napas memburu. “Kamu enggak harus lari. Kita bisa ca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD