Bab 36. Kesepakatan Akhir

1338 Words

“Kau sudah merasa puas?” geraman kemarahan Elvis terdengar mengerikan, sama seperti matanya yang menyorot sadis pada Rowena. “Bukan itu yang harusnya kau tanyakan padaku!” Rowena membentak kesal, dia sangat tidak diperlakukan tanpa rasa sayang dari Elvis. Elvis memejamkan mata, batinnya berusaha membujuk emosi untuk tidak terkontrol meledak-ledak. Bagaimanapun emosinya tidak boleh menguasai diri karena tidak lama setelah itu dia memiliki jadwal operasi yang tidak bisa digantikan. Elvis mengeluarkan napas kesalnya lewat celah mulut yang terbuka. Matanya yang sudah terbuka sedikit melembut pada Rowena. “Pulanglah dan istirahat ke apartemenku. Aku tidak bersama sopir, aku akan menghubungi Daddy untuk menjemputmu.” Suara Elvis yang melemah menandakan dirinya yang lelah sehingga memilih un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD