Bab 48. Rencana Sempurna

1252 Words

Perkataan itu digantung begitu saja oleh Glenn yang memilih keluar dari kamar tidur pengantin di vila itu. Pria itu memutuskan untuk menggunakan kamar lainnya yang tersedia dengan membawa serta koper miliknya yang tadi ditendang oleh Rebecca. Glenn bertelanjang lalu mengguyur sekujur tubuh di bawah kedinginan air dari shower yang menyala, menjernihkan pikirannya yang kusut dari perkataan Rebecca yang memukul keras kesadarannya. Glenn juga merasa bingung. Dia tidak mengerti pada dirinya sendiri yang selalu saja tidak bisa mengontrol perasaan. Ada senyar aneh yang menghasut jiwa setiap kali berhadapan dengan Rebecca, sehingga Glenn sering bertindak impulsif yang menurunkan harga diri. Mungkin memang benar, keberadaan Rebecca mulai mempengaruhi kehidupan Glenn. “Fokuslah pada tujuanmu, Gl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD