Sania Terpojok

1117 Words

Pesan di meja Pak Bima bagai hantaman telak. “Game over, Jelita.” Kata-kata itu berputar-putar di kepala Dani, memicu gelombang panik yang dingin. Agen ganda Rendra, Pak Bima, telah menghilang, meninggalkan ancaman yang jelas dan mengerikan terhadap Jelita. Keamanan Jelita kini menjadi prioritas utama Dani, mengesampingkan segala hal lain. “Jelita,” Dani berujar, suaranya tegang, “Kita tidak bisa lengah. Pak Bima sudah kabur, dan dia tahu kita mengincarnya.” Jelita menatap Dani, sorot matanya menunjukkan ia memahami situasi. Ancaman itu terasa lebih personal dan langsung daripada sebelumnya. Mereka segera memperketat keamanan di kediaman Wijayanto, memasang pengamanan ekstra dan menugaskan lebih banyak penjaga pribadi di sekitar Jelita. Namun, Dani tahu itu saja tidak cukup. Mereka ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD