Kilatan cahaya dari layar ponsel Dani menerangi wajahnya dan Jelita, menciptakan bayangan yang menari-nari di dinding. Video dari flash drive Sania diputar berulang kali, setiap detiknya dipenuhi ketegangan. Mereka melihat Rendra berbicara dengan seorang pria misterius. Wajah pria itu, meskipun buram dan sedikit tersembunyi dalam bayangan video yang direkam secara sembunyi-sembunyi, terasa sangat familiar bagi Dani. Ada sesuatu yang akrab dari siluetnya, dari cara dia menggerakkan tangan saat bicara, bahkan dari sorot matanya yang sesekali terlihat. Namun, ingatan itu seperti berada di ambang kesadaran, sulit untuk diidentifikasi secara pasti. Percakapan dalam video itu membuat mereka merinding. Rendra dan pria misterius itu membahas rencana untuk “mengambil alih warisan Pratama Santosa

