Undangan Berbahaya

1101 Words

Email anonim dari “Sang Bayangan” itu mendinginkan suasana di ruang keluarga Wijayanto. Undangan untuk bertemu di kasino terbengkalai, disertai ancaman terselubung, membuat Dani dan Jelita terdiam. Dani menatap layar ponselnya, tatapannya tajam. Ia tahu ini adalah upaya musuh untuk memancing mereka, sebuah perangkap yang disiapkan dengan sangat cermat. Namun, dalam hatinya, ia merasa ini adalah kesempatan yang tidak bisa ia lewatkan. Ini adalah pertarungan pribadi, bukan hanya untuk membersihkan nama Jelita dan ayahnya, tetapi juga untuk mengungkap kebenaran di balik kecelakaan orang tuanya. “Ini jelas jebakan,” kata Jelita, suaranya pelan namun tegas. “Dia ingin kita datang padanya.” “Benar,” Dani mengangguk. “Tapi ini juga kesempatan kita untuk menghadapinya langsung. Kita sudah mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD