Udara di aula utama kasino terbengkalai itu terasa dingin, namun ketegangan yang menyelimuti Dani dan Jelita jauh lebih membekukan. Di tengah bayangan yang menari, sosok “Sang Bayangan” berdiri, aura kekuasaannya memancar kuat. Suaranya, ketika ia berbicara, dalam dan begitu mendominasi, menggema di ruangan yang sunyi. Jelita merasakan bulu kuduknya berdiri. Sosok itu lebih menyeramkan daripada hantu. Sosok yang ada di hadapannya kini bukanlah sekadar penjahat biasa. Ini adalah master manipulator yang bergerak di balik layar. “Aku tahu kalian bertanya-tanya siapa aku,” “Sang Bayangan” melanjutkan, melangkah maju dari bayangan, menampakkan wajahnya yang kini terlihat jelas di bawah sorotan rembulan yang masuk dari celah atap. Dani dan Jelita terkesiap. Wajahnya ... itu adalah Kartika War

