Kasino mewah yang terbengkalai di pinggir kota itu kini telah menjelma menjadi medan perang. Suara tembakan berdesing memekakkan telinga, diselingi benturan tubuh, teriakan amarah, dan rintihan kesakitan. Cahaya rembulan yang masuk dari atap yang bolong kini beradu dengan kilatan api dari tembakan. Ini adalah pertarungan brutal antara pasukan Rendra yang baru tiba dan pasukan “Sang Bayangan” yang telah menunggu. Dani, Jelita, dan Beni, yang terjebak di tengah kekacauan, harus bergerak cepat. Mereka bukanlah pihak utama dalam konflik ini, namun mereka adalah target bagi kedua belah pihak. Setiap langkah harus dihitung, setiap gerakan harus strategis. Tujuan mereka bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga mencari cara untuk mendapatkan “kartu truf” yang disebutkan “Sang Bayangan”—bukti yan

