"Lo mau diem-dieman sama Opa berapa lama sih, Kak? malu sama umur! Lo tuh bukan anak TK lagi, diiih…" Rendy mengomel lagi ketika masuk kamar Sherin dan menemukan kakak perempuannya masih meringkuk di tepian tempat tidur. Sudah dua hari sejak kemarahan opa, namun kakak dan kakeknya itu seperti sedang perang dingin karena saling mendiamkan satu sama lain. "Nggak mau tahu, pokoknya hari ini lo harus bangun atau gue seret turun!" “Iya, iya bawel.” Sherin memicing sinis. Rendy ini meski usianya terpaut sepuluh tahun di bawahnya, terkadang pemikirannya jauh lebih dewasa. Tentu saja itu hasil didikan tegas dari seorang Pramilu Wiryawan. "Opa ke mana?" Sherin menegakkan posisi tubuh saat adiknya duduk di ujung ranjang. Rendy berdecak sekali. "Belum balik dari Median, mungkin sebentar lagi. L

