15. Debaran Aneh

1807 Words

Danesh dibuat heran sendiri dengan kelakuannya hari ini. Sore tadi ia sengaja mencium Sherin untuk memancing kecemburuan Zila. Lalu malam ini dengan pikiran yang sepenuhnya sadar, ia justru mengulangi kegiatan tersebut, bahkan … cenderung menikmatinya. Bibir kemerahan Sherin bukan hanya menyenangkan dipandang mata, tapi manisnya juga menjadi candu indera perasa. Seperti yang tengah ia sesap saat ini. Danesh hingga memejamkan mata lantaran terbuai dengan debaran aneh yang turut menyoraki hatinya. Bahkan ia sedikit tak rela saat Sherin memundurkan kepala karena nyaris kehabisan napas akibat serangannya yang tiba-tiba. "Kalau begini ceritanya bukan win-win solution, Mas. Kamu terus yang 'win'," lirih Sherin mencoba menormalkan napas. Keningnya masih menempel dengan kening Danesh, karena itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD