22. Over Thinking

1781 Words

“Hmmm … kalau gitu aku balik duluan, hati-hati nanti berangkatnya. Kalau nggak ada yang barengin, telpon aja, aku kirim supir.” Danesh sesekali melirik ke arah Lila, sedikit canggung rasanya mengatakan kalimat manis jika dijadikan tontonan seperti ini. Apalagi sahabat Sherin yang satu itu menatapnya dengan tatapan aneh yang menurutnya tak terlalu bersahabat. “Oke, makasih udah nemenin,” lirih Sherin dengan semburat merah di pipi. “Pulang dari proyek aku ke sini lagi.” Sherin hanya mengangguk malu-malu karena risih dengan tatapan Lila yang memberinya ekspresi menyebalkan. Dasar Lila! “Kalau nanti ke sini lagi, bawain sesuatu yang lebih oke, jangan cuma sekotak dimsum, martabak, nasi goreng, atau sejenisnya ya, Mas Tetangga,” sela Lila menahan raut wajahnya seramah mungkin. “Of course.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD