“Sherin, please jangan pulang sendirian, aku antar sampai rumah. Tapi please, dengerin aku dulu.” Napas Danesh terengah-engah karena berlarian mengejar Sherin yang mendadak berpamitan di saat keduanya belum selesai memilih barang. Danesh mengerti apa yang terjadi, pastilah tetangganya itu salah paham dengan kehadiran perempuan asing yang mendadak mengganggu kegiatan mereka. “Aku nggak mau pulang diantar suami orang!!” dengkus Sherin mengetatkan rahang. Danesh melongo. “Wha.. what??” “Kenapa malah ngejar sih? tuh istri kamu masih kangen!” sahut Sherin mengendik ke belakang punggung Danesh. Menyorot perempuan cantik yang tadi bergelayut manja di leher Danesh. Perempuan yang beberapa menit lalu masih berdiri di depan toko sepatu kini berjalan santai mendekati keduanya sambil menenteng be

