ALAN menatap bangunan tinggi dan megah di hadapannya. Dahinya berkerut seiring dengan hembusan angin yang masih tergolong pagi. Namun ia tetap melangkah memasuki bangunan itu. Semalam Aria mengiriminya alamat tempat mereka untuk bertemu. Hari ini, rabu memang mereka berjanji untuk bertemu. Namun Alan tidak mengerti mengapa Aria ingin bertemu dengan dirinya di hotel. Alan duduk di lobi hotel. Pandangannya melirik sana-sini mencoba menemukan sosok Aria. "Sesekali berbalik lah," suara Aria mulai terdengar dan Alan reflek berbalik. Mata Alan melebar begitu melihat Aria datang dengan penampilan yang berbeda seratus delapan puluh derajat dari sebelum-sebelumnya. Jika biasanya Aria lebih memilih gaya kasual dengan rambut dikuncir kuda, maka kali ini ia datang dengan kesan feminin dan jangan

