BAB 18

1327 Words

Aria menatap langit-langit kamarnya. Ia memegang dadanya yang berdegup kencang. Apa yang dikatakan Alan kepadanya tadi siang sungguh membuat pikirannya melalangbuana. Ayo umumkan pernikahan kita. Ada perasaan yang Aria tidak mengerti sekarang ini. Dilamar secara tidak langsung membuat sisi wanitanya berfantasi ria, namun kenyataan dihadapkan masalahnya enam tahun lalu membuatnya bercermin pada realitas yang ada. Ia pun memutuskan untuk memberi waktu kepada Alan. Walau sebenarnya niat Alan mungkin mengajaknya menikah untuk meredam skandal masa SMA-nya. Tetap saja, Aria tidak menampik kemungkinan bahwa ia memiliki tempat di hati adik Raisa itu. Pernikahan tidak terjadi, hanya karena rasa menolong bukan? Lalu ia sendiri bagaimana? Sepertinya Aria perlu bicara dengan Thomas, ayahnya terle

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD