Kinanti datang dengan terseok-seok menyusuri lorong rumah sakit. Sepatu berhak tinggi masih dikenakannya lengkap bersama gaun hitamnya. Untung saja, Sana mau mendampingi gadis itu. Kalau tidak, Kinanti sudah jatuh berkali-kali di jalan tadi. Sebab tubuhnya terlalu lemas oleh setumpuk dosa yang bertengger di pundak. Tak pernah terbayangkan, jika apa yang ia lakukan bakal berujung sefatal ini; Tristan Mirano dilarikan ke ICU. Gara-gara ulahnya yang sialan, Papanya kena serangan jantung. Terkutuk kamu, Kinanti! Di depan ruangan ICU itu, Aksara dengan wajah kusut masai duduk berjaga. Pria itu ditemani oleh pegawai-pegawai setia Papa mereka yang langsung berdiri ketika melihat Kinanti berjalan mendekat. Paham bahwa semua ini adalah masalah keluarga, yang harus ada dialog terbuka lebih dulu di

