Bab 15

1103 Words

Adik lelakiku, satu papa beda mama itu masuk sambil memperhatikan isi kamar. Saat melihatku dan Tobias berdiri di tengah walk in closet, ia tersenyum dan mendekati kami. “Apa aku mengganggu kalian?” tanyanya seakan itu sesuatu yang menyenangkan. Anak itu tersenyum jail, aku tak tahu apakah memang caranya senyum seperti itu atau karena ia memang akan melakukan sebuah kejahilan. Aku belum mengenalnya lebih dalam dan mulai sekarang aku harus mempelajari seperti apa karakternya agar aku bisa menyesuaikan diri dengannya. “Tidak,” jawabku cepat. Aku memutar badan, membuka lembar demi lembar pakaian yang digantung dan ditutupi plastik laundry. “Kak Isyana, selamat datang di rumah ini. Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa mencariku,” ucapnya sambil memandang seisi walk in closet. “Lain kali,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD