Bab 11

1030 Words

Damien dan Tobias bertemu secara tak sengaja. Rahang mereka sama-sama mengeras namun tak ada yang memulai berbicara. Sepertinya ada masalah diantara keduanya. “Tobias, sedang apa kamu disini?” Aku mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba memanas. Tobias tak menjawab, hanya memandangku dengan alis bertaut. “Kamu sudah pulang?” Tobias menarik tanganku dengan keras hingga aku menabraknya. Mata Damien menyipit seakan tak terima dengan tindakan Tobias. “Selamat siang, Tobias.” Salam yang sangat dingin diucapkan Damien. Tobias tak bicara, ia malah sedikit mengangkat satu sudut bibirnya ke atas. Kepalanya sedikit meneleng dan tatapan tak ramah sangat jelas tercetak dari sorot matanya.  “Tobias, kamu ingin minum kopi buatanku?” perasaanku tak enak dan itu membuat tanganku kaku.  Aku mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD