Bab 12

1063 Words

Aku memegang erat pisau dengan dua tangan sementara lelaki itu melangkah secara perlahan mendekatiku. Begitu santai hingga waktu seakan bergerak sangat lambat. Ia memasukkan tangan ke dalam jaket lalu mengeluarkan sebilah pisau. Aku mengangkat pisau tinggi-tinggi sambil memejamkan mata. Kuayunkan pisau itu berharap mengenai dia. Aku atau dia yang mati. Hanya itu satu-satunya kesempatan yang kumiliki untuk berusaha melindungi diri. “Hei.” Suara Tobias bersamaan dengan suara pukulan membuatku membuka mata. Pisau yang kuayunkan hanya mengenai udara dan tidak menyentuhnya sama sekali. Aku memegangnya sambil mencari cela untuk menyerang penyerangku, tapi Tobias justru menyembunyikanku di balik badannya yang besar dan tinggi.  Lelaki itu memutar badan dan hendak melarikan diri, tapi Tobias m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD