29

1144 Words

Ya Tuhan, andai Raina bisa menghilang, dia ingin menghilang saja sekarang juga. Kalau tidak, biar Raihan saja yang menghilang dari hadapannya! • • • Di kantin, Raina yang baru saja ingin menyuap siomaynya, tiba-tiba Raina menepuk jidatnya kasar. Bodoh sekali, dia kelupaan membeli minum. Ketika gadis itu bangkit dari posisi duduknya, alih-alih Raihan menahan pergelangan tangannya. "Mau ke mana?" "Beli minum," "Gue ikut." "Hah? Lo gila?" "Gue gak gila, gue juga belum beli minum." Raihan yang hendak bangkit, duduk kembali karena Raina menahan pundaknya untuk berdiri. "Gue aja yang beli, biar sekalian. Lo juga, By?" Mata Raina kini beralih pada Gabby yang sudah terlanjur memasukan sesuap nasi ke dalam mulutnya. "Gak usah, Na. Gue bawa minum," "Kalau gitu, lo tunggu sini, Rai, sama Ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD