30

1170 Words

Sejak dulu Raihan dan Raina itu memang sudah seperti dua kutub magnet yang saling bersebrangan, namun tidak bisa dipisahkan. Karena mereka ada untuk saling melengkapi. • • • Baru juga Raihan beres memarkirkan vespanya, Raina main melipir duluan memasuki area gedung SMA Bellrings yang suasananya sudah ramai. Sementara Raihan menyusulnya di belakang dengan berjalan santai. "Kata Aldo, lapangan basketnya di sebelah sana!" Raina memberitahu Raihan seraya menunjukkan jarinya ke arah lorong sekolah yang berujung belokan ke kanan. Dia lupa kalau Raihan sebelumnya sudah lebih dari setahun bersekolah di SMA itu. Raihan terkekeh ketika melihat raut wajah Raina yang meyakinkan, juga dengan suaranya yang terdengar seperti tahu betul seluk-beluk SMA Bellrings. Belum sampai Raina berlari pada langka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD