Raina tidak percaya kalau kakaknya tega berbuat sekeji ini pada dirinya. Memangnya apa salah dirinya? Kenapa Clara dari dulu sangat benci sekali pada dirinya? • • • Gadis itu yang awalnya pasrah saja dipeluk Raihan, tiba-tiba melepas paksa tangan Raihan. "Lo kenapa, sih, Rai?" tanyanya dengan menatap tegas dua bola mata Raihan. Menuntut jawaban. Tapi Raihan tidak bisa menjawab. Lebih tepatnya, dia tidak akan mungkin menjawab. Cowok itu lebih memilih untuk bungkam, kemudian memalingkan wajahnya. "Lo masih kuat jalan?" "Bukan itu yang gue tanya." "Kalau masih lemes, gue gendong lo. Kita balik sekarang." "Raihan―" Tanpa banyak bicara lagi Raihan langsung mengangkat tubuh Raina dari atas ranjang UKS. Tidak peduli meskipun gadis itu meronta minta diturunkan. Membawanya menuju parkiran.

