Teman

621 Words

Vena bangkit, menepuk pantatnya dari debu, lalu melangkah naik ke kasurnya. "Ada beberapa hal yang tidak bisa kita rubah. Dan lebih baik membiarkannya daripada berujung makan ludah sendiri. Aku sadar diriku tak cukup baik soal emosi, makanya aku tidak menceramahi orang lain. Jika ada hal baik yang kutahu, akan segera kuberitahukan. Untuk saat ini, aku hanya ingin kalian tahu kebenarannya. Bahwa aku ini orang jahat. Selamat malam." Vena melebarkan selimutnya hingga seluruh tubuh tertutupi. Dia terlentang seperti mayat. Jika bukan karena perutnya naik turun, tidak ada yang tau gadis itu hidup atau mati. Roze naik ke kasurnya juga. Cindy di sebelahnya juga mulai tertidur karena dia kehabisan manga volume terbaru. Gladies masih diam di tempat. Merasa tertekan hanya karena seseorang meremeh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD