Pagi-pagi sekali, Vena berolahraga. Berputar di lingkungan sekitar sekolah. Berulang kali melewati pos Akami san namun tak menemukan pria tua itu di manapun. Vena mendesah nafas lelah. Dia membungkuk memegangi lututnya. Membuang nafas berkali-kali. Dia meremas kepalanya, sembari berjalan pelan. Masih melihat ke sana ke mari, berharap menemukan Akami san. "Pria itu aneh," gumam Vena sendiri. "Dimana satpam berada pada jam segini? Sudah pukul enam. Bagaimana kalau ada tamu sekolah atau hal lainnya? Dasar tidak bertanggung jawab!" Vena menggerutu. Langkahnya membimbing masuk ke dalam lingkungan asrama. Beberapa murid sudah keluar. Berjalan berbarengan bersama teman-temannya. Saling menyapa ketika melewati orang lain. Vena melihat ekspresi mereka. Senyum mengembang, suara tawa yang tingg

