Polisi

1381 Words

"Kau habis dari mana?" Gladies langsung melontarkan pertanyaan ketika pintu terbuka. Roze dan Cindy berada di sampingnya. Siapa lagi yang datang kalau bukan Vena. "Dengan seharian tidak ada di lingkungan sekolah, kau pikir bisa menghindar dari kecurigaan semua orang?" "Kecurigaan apa? Aku telah melakukan apa?" Vena bersikap normal kembali. Pelukan Arata berhasil menenangkan hati dan pikirannya sehingga dia bisa berdiri yakin bahwa semua masalah dapat diatasi. "Jangan bodoh. Gara-gara kau langsung berlari tadi, orang-orang jadi curiga kalau kau adalah pelakunya," jawab Roze. Tentu. Vena sadar akan hal itu. Namun dia masih mencoba menghindar. "Aku?" Vena menunjuk dirinya sendiri. "Omong kosong," ketusnya. Kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Cindy memeluk lututnya di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD