Tidak mau

1398 Words

Vena berdiam diri di depan bangunan tua. Duduk di salah satu sisi trotoar dan memperhatikan jalanan aspal yang menjadi saksi pertemuannya dengan Victoria. Pikirannya tak menentu. Dia tak berani kembali ke sekolah, sebelum memiliki jawaban atas semua pertanyaan yang mungkin dilontarkan teman-temannya. Salah Vena juga karena tidak bisa mengontrol ekspresinya. Jika saja tadi dia tidak langsung pergi, dan menjelaskan dengan kebohongan seperti biasanya, dia akan terhindar dari keadaan ini. Sekarang semua orang, pasti bertanya-tanya tentang dirinya. Tentang apa yang sebenarnya Vena sembunyikan. Nara kebetulan lewat ketika dirinya beranjak pulang. Terdiam beberapa saat, menyidik-nyidik apakah gadis menyedihkan yang dilihatnya itu benar Vena, lalu datang menghampiri. "Sedang apa kau di sini?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD