Sahabat

1402 Words

Vena merasakan aura kebosanan ketika dia memasuki kamar asramanya. Tak seperti biasa, Gladies, Roze maupun Cindy hari ini terlihat sangat tenang. Sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tak ada yang bertengkar. Tak ada perdebatan. Semua yang terjadi hari ini membuat Vena bingung. Rasanya seperti dia salah memasuki kamar. "Tutup pintunya, Vena. Angin malam tidak baik," ucap Cindy sambil merapatkan selimutnya hingga pinggang. Jika biasanya dia membaca komik, kali ini dia membaca buku kewirausahaan. Label perpustakaan menunjukkan darimana dia mendapatkan buku itu. Vena membalikkan badan. Menutup pintu dengan perlahan tanpa menimbulkan suara. Saat beberapa langkah mendekati kasurnya, perut Vena tiba-tiba bergemuruh. Ketiga temannya spontan melirik. Roze mengabaikan hiasan rambutnya. Gladie

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD