Lembut

1274 Words

Vena kembali bersandar. Mengambil nafas, menetralkan emosi. Dia menahan jantungnya untuk tidak berdegup terlalu kencang. Walau otaknya sangat ingin marah, tapi hatinya malah merasa senang. Arata duduk di sampingnya. Tiba-tiba tangannya masuk ke sela leher Vena, merangkul dan membawa kepala gadis itu bersandar di bahu Arata. "Di sini lebih nyaman," ucap laki-laki itu. Vena tak bisa berbuat apapun. Mendadak dia jadi gadis pemalu. Menekuk lututnya dan menenggelamkan wajah di antara lipatan tangannya yang saling bertumpu. Kali ini pipinya akan semakin terlihat merah. Padahal perlakuan tadi bukan apa-apa. Hanya sebuah kecupan kilat. Vena pernah merasakan godaan yang lebih parah dari laki-laki lain yang dia temui namun rasanya tak sesenang ini. Apa itu karena, Arata tulus mencintainya? Apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD