bc

Perempuan yang Mencari Teduh

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
family
age gap
curse
drama
musclebear
teacher
like
intro-logo
Blurb

Eva James hidup dalam beban dipundaknya. Sebagai anak angkat ia dituntut tahu diri dan lebih banyak menahan lidahnya. Sementara diantara pilihan yang sulit, ada kenyamanan yang rela dilepasnya demi mempertahankan benang-benang cinta keluarga.

chap-preview
Free preview
Mencari Ujung Pelangi
Siang itu Eva merapikan pakaiannya. Dengan gusar dia menggendong keponakannya Merry, berjalan cepat kedepan pintu lalu menggunakan sandalnya. Usang dan sederhana. "Ayo ikut Teta". Ajak Eva pada ponakan keduanya itu. Teta adalah panggilannya sebagai tante. "Aku juga mau ikut..." Ramona si sulung merajuk. Eva menggandeng tangan Mona, lalu ketiganya berjalan menuju ke depan untuk menaiki angkutan umum. "Kita mau kemana te?" tanya Mona penasaran. Ponakan pertamanya ini bingung, sebab dia hanya ingin ikut saja tanpa tahu tujuan mereka. Biasanya teta suka ajak mereka ke warung depan untuk jajan permen. Tapi kali ini sepertinya warungnya agak lebih jauh. "Temenin Teta ya..." Ujar Eva. Merry hanya duduk anteng di pangkuannya. Dia belum bisa fasih berbicara. Usianya mungkin dua tahun atau lebih. Mungkin saja 3, sebab badannya bongsor. Sementara Ramona celingak celinguk melihat pemandangan jalan. Kota J tahun 80an. Sesekali ia mengeluarkan jari mungilnya untuk menyicip angin yang kerap itu juga dihardik oleh tantenya... "Bahaya sayang..." ujar Eva lembut. Namun tak mengurungkan rasa penasaran Mona akan hiruk pikuk ibu kota. Semoga saja, dia adalah ujung pelangi harapanku. Eva memohon dengan amat didalam hatinya. *** Waktu menunjukan pukul 13:05. Matahari sedang tampil dengan pedenya diatas kepala. Beberapa pemuda sedang bersantai di saung terbuka milik warga, berharap semilir angin setidaknya menyapa lembut pada kulit gerah mereka. Seorang pria lari tergopoh-gopoh ke arah balai tersebut. Hari ini hari minggu. Seharusnya tidak ada hal-hal yang menggebu. Namun tidak dengan pak Mastur. "Den... itu... dirumahmu ada yang cari kamu.... cepetan pulang... bawa anak 2" Arden Watson. Pria lajang yang mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan saja, karena baginya cinta itu tidak penting, terkaget. "Hah? Siapa?". Batinnya dredeg. Tidak ada satupun bayangan dari otaknya siapa kira-kira sosok yang mengganggu minggu tenangnya sebelum senin menyapa lagi. "Udah kamu pulang dulu..." ujar pak Mastur. Tetangga sebelah rumah Arden. Arden pun bangkit dan memakai sandal kulitnya. Dia menduga apakah orang dari Yayasan tempat dia mengajar ataukah orangtua murid yang hendak menebus ijazah. Sudahlah. Batin Arden. Walau penasaran tetap menggelitik hatinya. Jarak balai dari rumahnya tidak jauh. hanya 3 menit berjalan kaki. 3 Belokan dan satu tanjakan saja, dia sudah sampai di depan gang rumahnya. Hatinya terperanjat ketika dia menyadari siapa yang tengah menunggunya didepan pagar. "Loh, kamu? Ada apa?" Tanya Arden. Dari sorot matanya dia membaca bahwa gadis ini minta diselamatkan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
774.9K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.0M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
997.6K
bc

A Warrior's Second Chance

read
369.9K
bc

Not just, the Beta

read
354.5K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook