15.Datang Dan Pergi Seenaknya

2346 Words

Nina POV. Masih bersama bang Aiden dan kami sudah berlalu keluar dari area rumah sakit. Sudah pasti juga sempat terjeda kemacetan jalan di pagi hari jam kerja seperti saat ini. “Sarapan apa ya, Nin….” bersuara juga bang Aiden setelah kami diam saja. “Terserah abang” jawabku. “Nahkan semakin bingung deh kalo kamu ngomong terserah abang” keluhnya. Bodo amat. Tuan muda memang bisa di lawan?. Ujungnya kami berakhir di warung soto ayam lamongan yang cukup ramai di datangi orang yang berniat sarapan juga. Jadi buat aku agak risih karena banyak orang yang diam diam mengawasi kami. Bang Aiden mana mungkin perduli kalo penampilannya yang mencolok karena terlihat banget bule jadi pusat perhatian orang sekeliling kami. Padahal biasa aja juga penampilannya, hanya pakai kemeja salur biru garis put

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD