"Nessa, tolong izinkan saya tinggal di sini beberapa hari lagi, saya janji akan segera pergi dari sini," memegang bahu Nessa dengan kedua tangannya. Pandangan mata mereka berdua kini bertemu. Nessa mengangguk. Gadis itu mengeluarkan airmata dan Revan menghapus airmata gadis itu lagi. Laki-laki itu tidak tega melihat gadis baik seperti Nessa menangis. "Jangan menangis lagi Nessa, gadis cantik seperti mu tidak boleh menangis." tersenyum melihat Nessa. Tok Tok Tok Tok! Terdengar suara beberapa orang mengetuk pintu depan bersamaan. Revan dan Nessa segera menoleh ke arah sumber suara itu. Tok Tok Tok! "Mbak Nessa!" suara seorang laki-laki memanggil nama Nessa. "Siapa ya?" tanya Nessa. Revan mengedikkan bahu nya. "Tidak tahu." Gubraakk! Pintu rumah Nessa di buka paksa oleh oran

