“Untukmu yang kini menetap dalam rahimku, terima kasih sudah datang menjadi pengobat rasa duka ibu.” @atiikaaru “AKU sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya kepalamu pikirkan! Pergi begitu saja, ponsel mati, dan tiba-tiba berurusan dengan polisi! Ada apa denganmu? Kenapa kau egois seperti ini?!” Gibran menumpahkan seluruh kekesalannya saat kami tiba di rumah dan dia langsung membawaku ke kamar untuk bicara. Hatiku tercubit saat mendengar Gibran menyebutku egois. “Kamu pikir apa yang terjadi hari ini adalah kemauanku?” Gantian, kini aku yang bertanya dengan kesal padanya. “Kamu pikir aku pergi tiba-tiba dari sana hanya karena keegoisanku?!” Suaraku meninggi dan Gibran tertegun atas reaksi itu. “Kalau aku egois, aku tidak akan memintamu menikahi Annisa! Kalau aku egois hiks…” aku terse

