“Kukira dirimu adalah masa depan. Namun nyatanya dirimu hanya bisa kumiliki dalam angan.” @dewaakbar_real “AKU bahagia memilikimu. Terima kasih sudah menjadi istriku.” Itu kali pertama Gibran mensyukuri keberadaanku. Aku tidak bisa menggambarkan betapa berartinya ungkapan tersebut bagiku, betapa senangnya aku mendengar kata-kata Gibran. Tatapan teduh serta ciuman lembutnya, aku sempat berpikir menjadi wanita paling beruntung sebab memilikinya, sebelum kesadaran melemparku supaya ingat akan status dan berbagai cobaan yang kuhadapi sejak menjadi istrinya. Belum sembuh luka untuk merelakan Gibran menikahi Annisa, kini kembali dunia torehkan luka lainnya dengan menyuruhku meninggalkan Gibran. Permainan macam apa ini Ya Allah? Sampai kapan aku harus bertahan menghadapi segala cobaanMu? Rini

