“Aku ingin memahami semua bahasa, agar aku mampu membaca tentang pergimu secara tiba-tiba.” @jejakdiksi MATAKU terpaku pada sosok wanita berjilbab yang sibuk membaca buku di ruang tamu ketika aku baru pulang ke rumah setelah menemui Rini. “Assalamualaikum,” salamku menggugah kesibukan Annisa berpaling melihatku. “Waalaikumsalam,” jawabnya kemudian mengambil paperbag yang tergeletak di bawah meja dan berjalan menghampiriku. “Afra! Kamu dari mana saja? Aku sudah menunggu dari lima belas menit yang lalu,” kata Annisa dengan ciri khas ramahnya. Aku tersenyum kaku sembari menjawab, “Ada urusan, maaf sudah membuatmu menunggu.” Annisa menggeleng, raut ceria tak pudar menghias wajahnya. “Ini kado ulang tahun dariku. Maaf ya baru kuberi sekarang, beberapa hari ini aku…” Annisa melarikan bola mat

