Bukan kah Lazuardi yang mencari pasien untuk dukun Damsyik? Bahkan saya yang merupakan saudara sepupunya, juga ia korbankan menjadi pasien dukun Damsyik k*****t itu. Mungkin saking bencinya Lazuardi pada saya yang sering menentang pendapat ngawurnya. Makanya ia tega-tega saja mengorbankan saya jadi pasien dukun Damsyik. Sang kiai jadi-jadian. "Wah, hari ini kamu bawa banyak orang, Ardi." Dukun Damsyik tertawa senang. Ia pikir mungkin Lazuardi membawa lebih banyak pasien. Yang berarti akan ada lebih banyak uang. Dukun Damsyik belum berubah sama sekali. Ia masih sangat menyukai uang. Sampai-sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Firasat saya benar. Tempat ini sangat bagus, indah, bersih, dan menawarkan kesan nyaman yang kental. Namun tempat ini sama sekali tak memberi ke

