Rumah Doa

1052 Words

Tak sampai 10 menit, kami sudah memasuki kawasan desa Wonorejo. Rasanya seperti kilas balik saat saya melewati tiap jalanan di sini. Kilas balik dari mimpi-mimpi saya. Dan juga kilas balik dari pengalaman saya ke sini beberapa hari yang lalu bersama Fikri dan Paklik Hidayat. Herman pun sama. Ia nampak diam dan menunduk sedari tadi. Saya yang hanya melihat semuanya lewat mimpi, merasakan segala rasa dalam kilas balik. Apalagi Herman yang mengalami semua secara nyata. Masuk dari gang ke gang. Saya masih juga merasa tak asing dengan suasananya. Saya seperti sudah pernah melewati semuanya. Herman pun nampak gelisah. Ia juga pasti merasakan hal sama. Hanya saja ia diam. Tidak mau bilang kecuali jika yang ia pikirkan sudah terbukti benar. Motor Lazuardi di depan sana berhenti pada pelataran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD